emil : temen2.. naik becak atau jalan kaki?
vika : jalan kaki aja..
intan : jangan, naik becak aja.. lagian kita kan engga tau tempat pasti Malioboro itu dimana.
tukang becak 1 : iya mbak, naik becak aja.. (ikut2an berbicara sekalian berpromosi)
akhirnya kami semua memutuskan untuk menggunakan becak sebagai alat transportasi untuk sampai ke Malioboro. kami pun naik becak berpasang2an.. (jangan ngeres dulu fikirannya, berpasang2an naik bcak itu karena becaknya cuma cukup untuk 2 orang)
saat menaiki becak, aku pun teringat akan pesan pak Imroni, "kalo kalian naik becak, bilang ke Malioboro, jangan muter2 dulu gitu.. bayarnya 5000 aja. karena udah ongkos biasa, banyak tukang becak yang nipu dan bawa kalian muter2 supaya bayar becaknya mahal".
tukang becak yang mengangkut aku behenti di suatu tempat. aku pun masih bingung dan tercengo-cengo
aku : ini beneran Malioboro bukan sih?
lalu : engga tau fit..
fity : trus kita bayar becak berapa lu? (aku bertanya pada lalu teman sebecakku)
lalu : engga tau fit.. bingung.
ketika kami turun, aku pun melihat teman2ku turun.
fity : intan, ini Malioboro bukan sih? (aku bertanya pada intan, karena dia yang paling tahu tentang Jogja)
intan : kalo pusatnya bukan disini, ini cuma cabanganya.
aku pun teheran2.. pusatnya? cabangnya? apalah, yang pasti aku ingin segera sampai ke Malioboro dengan ongkos 5000 rupiah. dan aku ngga mau di tipu tukang becak (gila.. perhiungan banget yah aku? hahaha)
gugun pun bertanya pada tukang becak.
gugun : bang, ini malioboro bukan?
tukang becak 2 : bukan mas, ini di pusat dagadu. kalo malioboro masih sekitar 1 km lagi, mau diantar?
dalam hati, aku menggerutu.. arrrgh... ini tukang becak, ternyata udah berhasil bawa muter2.. sebel!
setelah itu kami pun melanjutkan perjalanan kami dengan becak yang tadi kami tumpangi. meskipun sedikit kesal karena si Lalu membayar becak itu dengan harga 15.000 rupiah, sedangkan teman2 yang lain hanya membayar 10.000 rupiah.
kami berhenti di persimpangan jalan dan berniat melanjutkan perjalanan kami dengan berjalan kaki. sambil berjalan kaki, kami pun tak menyia-nyiakan waktu utuk berfoto-foto.
seperti ini lohh..



hahaha.. dasarr turis2 alay..
setelah sampai di Malioboro, kami pun menuju tempat belanja seperti : toko baju, toko batik, dan lain2..
setelah selesai berbelanja,
devi : temen2 pulang yuk.. udh di telpon suruh balik ke hotel
talitha : iya nih,, udah malem banget.
vika : iya nih.. hayuu pulang.
acut : yaudah geh (terpaksa menurut, padahal masih pengen belanja2 :P)
zola : temen2, kita pulang naik apa?
haldis : naik becak lagi ajah sih apa susahnya..
emil : ogah ah, mendingan jalan kaki, kan sambil liat2 pemandangan Jogja juga.. kalo naik becak, ntar di tipu lagi.
zola : pada setuju ngga?
gugun : saya mah setuju aja..
robi : saya juga..
devi : devi mah ikut kalian aja lah..
haldis : nyok turutin ketua osis baelah..
akhirnya kita pun sepakat untuk pulang ke Hotel dengan berjalan kaki..
setelah lama kami berjalan, kami merasa perjalanan kami telah jauh.. akan tetapi, hotel Nugraha masih belum terlihat tiangnya sedikitpun (sok tahu jalan)..
lama-lama, keluhan2 pun mulai terdengar..
lalu : ahh. capek amat. kok ngga sampe2..
fity : iya nih... mana nih hotel nugraha? ngga ada tanda2 nyampe kelihatan.
devi : siapa sih yang mencetuskan pertama kali untuk jalan kaki?
semua mata tertuju pada emil si ketua osis.
emil : udahlah kawan2.. udah malem.. mending kita jalan lagi.. (ngeles)
acut : tunggu, tunggu, si zola, resti, intan, yuyo, fikri mana?
kami pun baru tersadar bahwa mereka tidak bersama kami.
gugun : ah, mereka mah suka ngilang mulu..
haldis : yaudah, coba telp dulu..
akhirnya devi pun menelepon resti.
dengan innocentnya, resti mengatakan bahwa mereka sudah sampai di hotel. ternyata resti, zola, dan intan naik becak!! euh ternyata mereka ninggalin kita.. jahatnya.. T.T
selanjutnya devi menelpon yohana dan fikri..
ternyata mereka terpisah dari rombongan, kami pun sepakat untuk menunggu mereka di depan Bank Indonesia (persimpangan jalan)
tak menyia-nyiakan waktu, kami pun tetap berfoto2.. wkwkwkwkwkw


udah jadi gembel juga, masih aja tetep narsis.. hahaha
akhirnya, kami pun berhasil bertemu fikri dan yohana. dan segera melanjutkan perjalanan kami.
waktu sudah menunjukan pukul 22.00 WIB. resti terus menelpon dan memberitahukan bahwa kami harus segera pulang ke penginapan.
kami pun berlari dan terus berlari (seperti lagu pak mamat yang berjudul "Berlari" hihihi :P) agar segera sampai ke tempat penginapan. meskipun semua muka udah pada kumel dan tak berbentuk muka lagi layaknya gembel, kami tetap senang karena masih saja ada candaan yang terlontar diantara kami dan meskipun kami sedikit sok tahu dengan perjalan pulang kami.
tiba-tiba.. dengan innocentnya, fikri dan talitha naik becak!!!
euhh... jahaatttt!!
mereka dengan wajah tanpa dosa masih bisa say hello pada kita..
meskipun begitu, kami masih bersama2 dan tak menyerah untuk terus berjalan..
yang tersisa hanya: aku, kacut, vika, gugun, emil, haldis, yohana, robi, lalu dan devi.
dengan sekuat jiwa dan raga (lebayy). akhirnya, kami pun sampai di penginapan. akan tetapi, kami tersadar, bahwa acut, robi dan gugun terpisah dengan kami.
mereka tersesat dan akhirnya di temukan oleh pak Ujang.
SELESAI.
catatan :
* cerita ini agak sedikit di aransemen, jadi, kalo ada yang berlebihan, di maklum ajah yah.. hehehe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar